Rabu, 09 Oktober 2013

Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan



Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu. Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
            Masyarakat memiliki pengertian yang hampir sama dengan penduduk yang membedakannya adalah masyarakat telah memiliki hukum, adat, norma-norma, dan berbagai peraturan yang dibuat untuk ditaati. Sehingga umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu kepada sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
            Kebudayaan memiliki beberapa poin pengertian dari berbagai sumber, salah satumya seperti dibawah ini :
  1. Kebudayaan adalah cara berfikir dan cara merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan sekelompok manusia yang membentuk kesatuan sosial (masyarakat) dalam suatu ruang dan waktu.
  2. Kebudayaan sebagai keseluruhan yang mencakup pengetahuan kepercayaan seni, moral, hukum, adat serta kemampuan serta kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.
  3. Kebudayaan merupakan hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya yaitu masyaraakat yang menghasilkan tekhnologi dan kebudayaan kebendaan yang terabadikan pada keperluan masyarakat. Rasa yang meliputi jiwa manusia yaitu kebijaksanaan yang sangat tinggi di mana aturan kemasyarakatan terwujud oleh kaidah-kaidah dan nilai-nilai sehingga denga rasa itu, manusia mengerti tempatnya sendiri, bisa menilai diri dari segala keadaannya.
Keterkaitan antara penduduk, masyarakat dan kebudayaan
            Penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan satu kesatuan. Memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya, Masyarakat berasal dari penduduk yang telah berkembang dengan pola pikir yang telah maju, sedangkan kebudayaan terbentuk dari masyarakat itu sendiri jadi semuanya saling berkaitan.
Faktor-faktor demografi yang mempengaruhi pertambahan penduduk
            Secara umum dari hasil penelusuran terdapat tiga faktor utama demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk, di antaranya sebagai berikut:
1.    Kelahiran
            Kelahiran adalah istilah dalam demografi yang mengindikasikan jumlah anak         yang dilahirkan hidup, atau dalam pengertian lain fasilitas adalah hasil produksi yang         nyata dari fekunditas seorang wanita.
2.    Kematian
            Kematian adalah ukuran jumlah kematian umumnya karena akibat yang spesifik pada        suatu populasi. Mortalitas khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per-         1000 individu per-tahun, hingga rata-rata mortalitas sebesar 9,5 berarti pada populasi    100.000 terdapat 950 kematian per-tahun.
3.    Perpindahan (migrasi)
            Migrasi adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu tempat ke tempat          lainnya. Dalam banyak kasus organisme bermigrasi untuk mencari sumber cadangan            makanan yang baru untuk menghindari kelangkaan yang mungkin terjadi karena        datangnya musim dingin atau kerana over populasi.
Pengertian dan jenis migrasi, serta proses dan akibat dari migrasi
            Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja.
            Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional, dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.
Jenis-jenis Migrasi:
Migrasi dapat terjadi di dalam satu negara maupun antarnegara. Berdasarkan hal tersebut, migrasi dapat dibagi atas dua golongan yaitu :
a.       Migrasi Internasional, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya. Migrasi internasional dapat dibedakan atas tiga macam yaitu :
1. Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan       menetap. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran.
2. Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigran.
3. Remigrasi atau repatriasi, yaitu kembalinya imigran ke negara asalnya.

b.      Migrasi Nasional, perpindahan penduduk yang terjadi didalam suatu Negara itu sendiri. Migrasi Nasional dibagi menjadi empat , yaitu :
1.    Urbanisasi,  Dari Desa ke Kota.
2.    Transmigrasi, Dari Pulau ke Pulau.
3.    Ruralisasi, Dari Kota ke Desa.
4.    Evakuasi, Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman.

 Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan di Indonesia

            Perkembangan budaya di Indonesia sejalan dengan perkembangan iptek yang berkembang pesat saat ini. Tingkat ekonomi, pendidikan, dan sosiologi turut mempengaruhi budaya di Indonesia. Perkembangan budaya menunjukan adanya perubahaan dalam tubuh Negara yang bersangkutan. Perkembangan budaya dalam suatu Negara biasanya tidak sebatas pada satu aspek saja tetapi perkembangannya menyeluruh, tetapi perkembangannya tidak merata antara satu aspek dengan aspek yang lainnya.
Sebagai contoh dapat dilihat kebudayaan yang sudah dipengaruhi oleh kebudayaan lain yaitu cara berpakaian. Sekarang ini masyarakat Indonesia lebih menyukai berpakaian yang lebih terbuka seperti bangsa barat yang sebenarnya tidak sesuai dengan adat ketimuran bangsa Indonesia yang dianggap berpakaian lebih sopan dan tertutup.
Tetapi masih banyak juga kebudayaan yang masih terjaga keasliannya di Indonesia.           Perkembangan kebudayaan harusnya sejalan dengan pengetahuan masyarakat tentang budaya asli milik kita sendiri. Kesadaran memiliki dan ingin menjaga akan membuat kebudayaan asli akan selalu terjaga kelestariaanya.

Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam

·         Kebudayaan Hindu, Budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama hindu mulai masuk ke Indonesia di Pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan. Sekitar abad ke 5 ajaran Budha masuk ke indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Agama Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dibandingkan Hinduisme,sebab budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masysrakat. Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa tumbuh dan berdampingan secara damai. Baik penganut hinduisme maupun budhisme masng-masing menghasilkan karya- karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan, arsitektur, seni pahat, seni ukir, maupun seni sastra, seperti tercermin dalam bangunan, relief yang diabadikan dalam candi-candi di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur diantaranya yaitu Borobudur, Mendut, Prambanan, Kalasan, Badut, Kidal, Jago, Singosari, dll.

·         Kebudayaan Islam
Abad ke 15 da 16 agama islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut Walisongo. Titik penyebaran agama Islam pada abad itu terletak di Pulau Jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebelum abad ke 11 sudah ada wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia berlangsung secara damai. Hal ini di karena masuknya Islam ke Indonesia tidak secara paksa.
Abad ke 15 ketika kejayaan maritim Majapahit mulai surut , berkembanglah negara-negara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan kewibawaan majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara- negara yang dimaksud adalah Negara malaka di Semenanjung Malaka,Negara Aceh di ujung Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat, Negara Demak di Pesisir Utara Jawa Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan . Dalam proses perkembangan negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang. Pedagang kaya dan golongan bangsawan kota- kota pelabuhan, nampaknya telah terpengaruh dan menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk. Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Timur, Sumatera Barat, dan Pesisr Kalimantan.

Kesimpulan

            Semua aspek diatas yang telah dijabarkan sebelumnya memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya. Jika ada salah satu memiliki perubahan maka akan berpengaruh dengan yang lainnya. Dari sekumpulan individu yang berkumpul pada satu tempat yang bersamaan menjadi penduduk, kemudian berkembang menjadi suatu masyarakat yang memiliki norma-norma didalam kehidupan. Dan menjadikan itu sebagai suatu kebiasaan yang dijaga sebagai kebudayaan masyarakat.
Semua itu kembali lagi ke masayarakat itu sendiri setiap individu mau atau tidak mengerti dan menjaga kebudayaan yang telah turun temurun sebagai warisan, atau meningalkan kebudayaan sendiri karena telah terpengaruh oleh kebudayaan dari luar yang dianggapnya sebangai kebebasan dalam bersosialisasi.


Referensi :
http://abiand.wordpress.com/