Kamis, 18 Oktober 2012

MAKALAH IBD Periode 2


Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah

Keluarga Adalah Miniatur Perilaku Budaya

 


i
KATA PENGANTAR

Pertama, kami panjatkan Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan makalah yang kedua ini dalam rangka memenuhi tugas Ilmu Budaya Dasar. dengan judul;
Keluarga Adalah Miniatur Perilaku Budaya”.
Dalam makalah ini, penyusun mencoba mejelaskan sebagaimana dekatnya kehidupan sehari-hari dengan perilaku kebudayaan, terutama dalam ruang lingkup keluarga. Bagaimana kebudayaan telah diajarkan sejak kecil, Bagaimana peranan setiap individu dalam keluarga
Dan bagaimana pengaruh kebudayaan itu terhadap dunia luar.
Dan penyusun meminta maaf jika ada kesalahan dalam penyusunan makalah ini. mungkin masih banyak kekurang dalam makalah ini, sehingga kritik dan saran dari rekan-rekan semua kami harapkan.

Dan akhir kata penyusun berterima kasih kepada segenap rekan semua yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Terima Kasih.

























Bekasi,  Oktober                                                                                                    Penyusun


ii
DAFTAR ISI


Pernyataan………..................................................................................................................      i
Kata Pengantar………….......................................................................................................      ii
Daftar Isi…............................................................................................................................     iii

Bab 1 Pendahuluan……........................................................................................................      1
1.Latar Belakang....................................................................................................................      1
2.Tujuan.................................................................................................................................      1
3.Sasaran................................................................................................................................      1

Bab 2 Permasalahan...............................................................................................................      2        
1.Kekuatan.............................................................................................................................      2
2.Kelemahan..........................................................................................................................      2                   
3.Peluang................................................................................................................................     2
4.Ancaman..............................................................................................................................     2

Bab 3 Kesimpulan dan Rekomendasi....................................................................................      3
1.Kesimpulan.........................................................................................................................      3
2.Rekomendasi......................................................................................................................       3
3.Referensi.............................................................................................................................      3























iii
Bab 1          PENDAHULUAN


1.1      Latar Belakang
Lingkungan memiliki peran penting dalam mewujudkan kepribadian anak. Khususnya lingkungan keluarga. Kedua orang tua adalah pemain peran ini. Peran lingkungan dalam mewujudkan kepribadian seseorang, baik lingkungan pra kelahiran maupun lingkungan pasca kelahiran adalah masalah yang tidak bisa dipungkiri khususnya lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga adalah sebuah basis awal kehidupan bagi setiap manusia. Banyak hadis yang meriwayatkan pentingnya pengaruh keluarga dalam pendidikan anak dalam beberapa masalah seperti masalah aqidah, budaya, norma, emosional dan sebaginya. Keluarga menyiapkan sarana pertumbuhan dan pembentukan kepribadian anak sejak dini. Dengan kata lain kepribadian anak tergantung pada pemikiran dan perlakuan kedua orang tua dan lingkungannya. Keluarga menjalankan peranannya sebagai suatu sistem sosial yang dapat membentuk karakter serta moral seorang anak. Keluarga tidak hanya sebuah wadah tempat berkumpulnya ayah, ibu, dan anak. Sebuah keluarga sesungguhnya lebih dari itu. Keluarga merupakan tempat ternyaman bagi anak. Berawal dari keluarga segala sesuatu berkembang. Kemampuan untuk bersosialisasi, mengaktualisasikan diri, berpendapat, hingga perilaku yang menyimpang.Keluarga merupakan payung kehidupan bagi seorang anak. Keluarga merupakan tempat ternyaman bagi seorang anak.

Karena sangat pentingnya keluarga dalam suatu pertumbuhan kehidupan, sangat disayangkan apabila dalam salah satu siklus kehidupan ini tidak dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk mengajarkan kepada anak tentang norma-norma kebudayaan.


1.2      Tujuan
-      Mengingatkan kembali betapa pentingnya fungsi keluarga dalam perkembangan kebudayaan yang baik dan benar.
-          Mengetahui peran setiap anggota dalam keluarga.
-          Mengetahui peran masyarakat dalam perubahan perilaku kebudayaan.
-      Memberikan sedikit gambaran tentang perkembangan perilaku kebudayaan di keluarga.


1.3      Sasaran
Ditujukan untuk semua lapisan masyarakat sebagai sedikit inforamasi mengenai perilaku kebudayaan dalam lingkup yang paling kecil yaitu dalam keluarga yang mempunyai fungsi yang sangat besar dalam menjadikan seseorang memiliki sikap, norma, dan  budaya yang baik.




1
Bab 2          PERMASALAHAN


Keluarga memiliki peranan utama didalam mengasuh anak, di segala norma dan etika yang berlaku didalam lingkungan masyarakat, dan budayanya dapat diteruskan dari orang tua kepada anaknya dari generasi-generasi yang disesuaikan dengan perkembangan masyarakat. Lingkungan keluarga merupakan factor penentu yang sangat mempengaruhi kualitas generasi yang akan datang berfungsi mensosialisasikan nilai-nilai atau peran-peran hidup dalam masyarakat. Keluarga merupakan lembaga yang mempengaruhi perkembangan kemampuan anak untuk menaati peraturan (disiplin)
Seiring dengan perkembangan zaman, terjadi pergeseran nilai-nilai kebudayaan pada masyarakat. Akan berdampak juga terhadap perkembangan dalam keluarga.

Berikut ini analisan yang dikumpulkan dalam topik permasalahan
Keluarga Adalah Miniatur Perilaku Budaya dalam analisa SWOT :



2.1   Kekuatan (Strenght)
       a.     Kesadaran pentingnya sikap/perilaku berbudaya dalam bermasyarakat.
       b.    Kontribusi lingkungan sekitar/masyarakat.


2.2   Kelemahan (Weakness)
       a.     Kurangnya pengetahuan oleh keluarga soal norma dan kebudayaan.
      


2.3   Peluang (Opportunities)
       a.     Pengenalan budaya sejak dini memberikan pengertian baik atau buruk terhadap suatu hal dapat mengurang potensi masuknya pengaruh tidak baik dari luar.
       b.    Berperannya semua angota keluarga dalam mengajarkan pengetahuan.


2.4   Ancaman(Threats)
       a.     Pergaulan bebas yang mengajak untuk berbuat melenceng dari norma.
       b.    Perkembangan teknologi yang luas memberikan peluang yang besar masuknya hal hal yang mempengaruhi perubahan kebudayaan

      
           




2

Bab 3          KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


3.1     Kesimpulan
Kesadaran pentingnya sikap/perilaku berbudaya dalam bermasyarakat sangat penting ditanamkan sejak dini dalam keluarga,kontribusi lingkungan sekitar/masyarakat membantu/menunjang pengembangan kebudayaan akan tetapi kurangnya pengetahuan oleh keluarga atau masyarakat soal norma dan kebudayaan akan berdampak buruk seperti melencengnya inti kebudayaan dari sesungguhnya.
Pengenalan budaya sejak dini memberikan pengertian baik atau buruk terhadap suatu   hal dapat mengurang potensi masuknya pengaruh tidak baik dari luar. Berperannya semua angota keluarga dalam mengajarkan pengetahuan akan mempermudah dalam pengajaran atau pengembangan norma kebudayaan.
Pergaulan bebas dan perkembangan teknologi yang luas memberikan peluang yang besar masuknya hal hal yang mempengaruhi perubahan kebudayaan yang kurang baik.

      
3.2     Rekomendasi
          Orang tua merupakan panutan bagi anak-anaknya, untuk itu sebaiknya orang tua dapat menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya. Orang tua juga harus membuka diri terhadap perkembangan zaman dan teknologi saat ini.Anak-anak memiliki pemikiran yang kritis terhadap sesuatu yang baru. Bila orang tua tidak membuka diri terhadap perkmbangan yang ada, kelak akan menuai kesulitan dalam menjawab pertanyaan dari anak. Pada akhirnya berbuah kebohongan dan secara tidak langsung menanamkannya pada anak.




3.3    Referensi










3

Jumat, 05 Oktober 2012

MAKALAH IBD Periode 1


Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah

Kontribusi Pemerintah dan Masyarakat
Dalam Melestarikan Kebudayaan

 

i
KATA PENGANTAR

Puji  Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karna telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah “Kontribusi Pemerintah dan Masyarakat Dalam Melestarikan Kebudayaan”.
Dalam makalah ini, penyusun mencoba memaparkan bagaimana pentingnya kebudayaan sehingga harus dilestarikan oleh segenap masyarakat dan di dukung oleh pemerintah. Kontribusi apa yang harus diberikan oleh pemerintah dan masyarakat sehingga kebudayaan bamgsa ini dapat terus terpelihara dan dikenal oleh masyarakat dunia.
Sebelumnya kami meminta maaf jikalau makalah ini mungkin masih banyak kekurangan baik dari segi  tulisan maupun materi. Untuk itu, saran dan kritik yang bersifat  membangun kami  terima dengan senang hati. Semoga dari makalah ini dapat memberikan manfaat kepada pembacanya.

Akhir kata penyusun mengucapkan terima kasih kepada segenap rekan semua yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini
Terima Kasih























Bekasi,  Oktober                                                                                                    Penyusun


ii


DAFTAR ISI


Pernyataan………..................................................................................................................      i
Kata Pengantar………….......................................................................................................      ii
Daftar Isi…............................................................................................................................     iii

Bab 1 Pendahuluan……........................................................................................................      1
1.Latar Belakang....................................................................................................................      1
2.Tujuan.................................................................................................................................      1
3.Sasaran................................................................................................................................      1

Bab 2 Permasalahan...............................................................................................................      2        
1.Kekuatan.............................................................................................................................      2
2.Kelemahan..........................................................................................................................      2                   
3.Peluang................................................................................................................................      3
4.Hambatan.............................................................................................................................     3

Bab 3 Kesimpulan dan Rekomendasi....................................................................................      4
1.Kesimpulan.........................................................................................................................      4
2.Rekomendasi......................................................................................................................       4
3.Referensi.............................................................................................................................      5























iii
Bab 1   PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.
             Indonesia merupaksan salah satu negara di dunia yang paling majemuk komposisi jati diri budaya dan etniknya, dan kemajemukan itu menjadi salah satu sumber kebanggaan bangsa. Semboyan yang tercantum pada lambang negara Bhineka Tunggal Ika. Kemajemukan suku bangsa ini tentunya dapat menciptakan budaya yang beragam. Sebagaimana tercantum dalam penjelasan UUD 45, bahwa “Kebudayaan bangsa adalah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia”. Dengan begitu keanekaragaman yang tercakup dalam “Bhineka Tunggal Ika” dimasudkan lebih pada keanekaragaman kebudayaan (multicultural society).
Dengan keanekaragaman kebudayaannya Indonesia dapat dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan dengan negara lainnya. Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi. Dan tak kalah pentingnya, secara sosial budaya dan politik masyarakat Indonesia mempunyai jalinan sejarah dinamika interaksi antar kebudayaan yang dirangkai sejak dulu. Interaksi antar kebudayaan dijalin tidak hanya meliputi antar kelompok sukubangsa yang berbeda, namun juga meliputi antar peradaban yang ada di dunia
Keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia, tentunya dapat memancing negara lain unutk mengklaim budaya indonesia. Dalam hal ini perlu dukungan baik dari pemerintah sebagai badan/pihak uyang menaungi sebuah peraturan, maupun masyarakat yang ada di dalam sebuah negara. Perlu diadakan program pelestarian yang intensif yang harus diiketahui seluruh bangsa indonesia.
            Karena budaya adalah suatau kekayaan yang tidak ternilai, alangkah percuma bila budaya yang hanya menjadi budaya yang asing di negeri sendiri karena ketidak-pedulian pemerintah dan masyarakat itu sendiri. Disini diperlukan kerjasama antar pihak, seperti pihak media utuk mempromosikan berbagai budaya yang ada dinegara kita



I.2. Tujuan.
Tujuan penyusunan makalah ini yaitu :
·        Memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.
·        Berbagi pengetahuan dan wawasan mengenai kebudayaan di Indonesia.
·        Menggugah rasa nasionalisme penulis dan pembaca untuk terus melestarikan   kebudayaan Nasional.
·        Agar masyarakat Indonesia menghargai dan mencintai kebudayaannya sendiri.
.        Memberikan sedikit gambaran mengenai kehidupan berbudaya yang ada di Indonesia.

1.3      Sasaran.
         Penyusunan makalah ini ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia khususnya generasi muda dan pemerintahan sebagai media untuk memahami pentingnya Kontribusi Pemerintah dan Masyarakat Dalam Melestarikan Kebudayaan , Sehingga kebudayaan nasional tetap menjadi kekayaan Indonesia yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal.
1

Bab 2    PERMASALAHAN

Persatuan bangsa adalah sumber kekuatan utama dalam satu negara, begitu juga dalam pelestarian budaya yang dimiliki, perlu dukungan dari semua pihak. Kareana budaya adalah suatu kekayaan yang tidak ternilai namun rentan untuk hilang, baik karena dicuri oleh negara lain, atau kalah saing oleh budaya yang berasal dari luar negri.
            Pada jaman globalisasi saat ini mau tidak mau, Indonesia menjadi negara yang terbuka dalam menerima segala hal, oleh karena itu masyarakat perlu mengetahui betapa pentingnya memilih, dan memilah apa saja hal asing yang yang masuk ke Indonesia tanpa membuat buta masyarakat mengenai pentingnya juga mempelajari budaya luar, Secara singkat pengamatan penulis deskripsikan dengan Analisa SWOT.
            Analisa SWOT adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing.

Berikut analisa yang telah dikumpulkan dalam lingkup permasalahan KONTRIBUSI PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN KEBUDAYAAN.

2.1. Strenght.
1) Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia
            Indonesia memiliki keanekaragaman budaya lokal yang dapatdijadikan sebagai aset yang tidak dapat disamakan dengan budaya lokal negara lain. Budaya lokal yang dimiliki Indonesia berbeda-beda pada setiap daerah. Tiap daerah memiliki ciri khas budayanya, seperti rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Semua itu dapat dijadikan kekuatan untuk dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa dimata Internasional.

       2) Kekhasan budaya Indonesia
            Kekhasan budaya lokal yang dimiliki setiap daerah di Indonesia memliki kekuatan tersediri. Misalnya rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Kekhasan budaya lokal ini sering kali menarik pandangan negara lain.
            Terbukti banyaknya warga asing yang mempelajari budaya Indonesia seperti belajar tarian khas suat daerah atau mencari barang-barang kerajinan untuk dijadikan buah tangan. Ini membuktikan bahwa budaya bangsa Indonesia memiliki ciri khas yang unik.

2.2. Weaknees.
1)  Wilayah NKRI yang luas.
            Wilayah yang luas dan pulau-pulau dipisahkan oleh lautan menjadi hambatan bagi daerah pelosok untuk memperkenalkan budayanya.

2)  Bahasa
Beberapa suku masih sangat menjaga bahsa sukunya, tanpa mau belajar bahasa selain itu, menyebabkan sulitnya komunikasi antar masyarakat.
2
3)  Kurangnya Minat
            Kepribadian budaya lokal dianggap kolot oleh banyak masyarakat terutama kaum muda, sehingga menciptakan rasa malas untuk belajar.

2.3. Opportunities.
        1) Rasa nasionalisme rakyat Indonesia begitu tinggi,
            Contoh ketika beberapa kebudayaan Indonesia diakui negara lain, maka akan timbul       reaksi penentangan yang luar biasa dari seluruh elemen bangsa, secara tidak langsung dapat memperkuat kesatuan bangsa.

2)  Hubungan baik dengan negara lain.
            Hubungan baik tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya nasional  kepada negara lain.

3) Mulai ada komunitas pencinta budaya
            Banyak muncul komunitas yang peduli kebudayaan indonesia seperti komunitas jelaja budaya, dan lain-lain.
2.4. Threats.
1)      Kuranya sarana dan prasarana
            Besarnya wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia namun sarana transportasi yang masih sangat memprihatinkan sampai saat ini menjadi satu hambatan yang besar untuk intansi atau perorangan yang ingin mempelajari atau sekedar berwisata budaya ke daerah.

2)      Kemajuan Teknologi
Meskipun dipandang banyak memberikan banyak manfaat, kemajuan teknologi ternyata menjadi salah satu factor yang menyebabkan ditinggalkannya budaya lokal. Misalnya, sistem sasi (sistem asli masyarakat dalam mengelola sumber daya kelautan/daratan) dikawasan Maluku dan Irian Jaya. Sistem sasi mengatur tata cara sertamusim penangkapan iakn di wilayah adatnya, namun hal ini mulai tidak di lupakan oleh masyarakatnya

3)      Masuknya Budaya Asing
Masuknya budaya asing menjadi tantangan tersendiri agar budaya lokal tetap terjaga. dalam hal ini, peran budaya lokal diperlukan sebagai penyeimbang di tengah perkembangan zaman.









3

Bab 3     KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

3 1. Kesimpulan.
     Budaya Nasional merupakan aset Bangsa Indonesia yang harus memperoleh perhatian terutama di era Globalisasi saat ini. Budaya nasional menjadi bagian penting negara Indonesia yang dapat dikembangankan dan dikelola sebaik-baiknya. Budaya nasional harus menjadi bagian dari aset Bangsa Indonesia yang dapat mendatangkan pendapatan bagi masyarakat dan negara. Tentunya perlu ada suatu kesadaran secara nasional dan dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Indonesia pada semua aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
            Pemerintah dan masyarakat wajib untuk menjaga dan melestarikan budaya nasional karena buudaya nasional merupakan identitas suatu negara. Kontribusi dari pemerintah dan masyarakat haruslah nyata dilakukan agar tujuan terpeliharanya budaya nasional dapat terwujud dan terus dipertahankan. III.1. Kesimpulan.
             Budaya Nasional merupakan aset Bangsa Indonesia yang harus memperoleh perhatian terutama di era Globalisasi saat ini. Budaya nasional menjadi bagian penting negara Indonesia yang dapat dikembangankan dan dikelola sebaik-baiknya. Budaya nasional harus menjadi bagian dari aset Bangsa Indonesia yang dapat mendatangkan pendapatan bagi masyarakat dan negara. Tentunya perlu ada suatu kesadaran secara nasional dan dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Indonesia pada semua aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
            Pemerintah dan masyarakat wajib untuk menjaga dan melestarikan budaya nasional karena buudaya nasional merupakan identitas suatu negara. Kontribusi dari pemerintah dan masyarakat haruslah nyata dilakukan agar tujuan terpeliharanya budaya nasional dapat terwujud dan terus dipertahankan.
3.2  Rekomendasi.
      1)   Peran dari pemerintah
            Pemerintah harus lebih bisa mempromosikan kebudayaan negeri ini supaya negeri lebih baik dan nyaman untuk bangsa bangsa lain dan terkenal bias jga dengan cara membuat pergelaran pergelaran kebudayaan Indonesia ,Menjalin kerja sama atau hubungan baik dengan negara lain di seluruh bidang, baik di bidang pariwisata, bidang politik, bidang pengetahuan dll. Pemerintah daerah  harus lebih mengembangkan dan memajukan  daerah – daerah terpencil  di seluruh bidang terutama di bidang ekonomi, pendidikan dan Teknologi agar tidak tertinggal oleh daerah/ kota besar lainnya yang ada di Indonesia. Menjalin kerja sama dengan Negara lain .
       2)  Peran dari masyarakat
            Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan-kebudayaan Indonesia  bias jga dengan mencintai kebudayaan dan melindungi kebudayaan  supaya kebudayaan ini berkembang. Mempelajari dan mengenal berbagai macam kebudayaan yang ada di Indonesia agar timbul di dalam diri seseorang untuk menjaga kebudayaan Indonesia dari pengaruh kebudayaan luar yang negatif.  Bersama – sama pemerintah mengembangkan dan memajukan kebudayaan – kebudayaan di setiap daerah terutama di daerah – daerh terpencil yang masih kurang mendapat p erhatian dari pemerintah ataupun masyarakat di kota – kota maju.
4
3.3   Referensi

·         http://wimokocoy.blogspot.com/2011/02/sikap-dalam-menjaga-dan-melestarikan.html
·         http://www.anneahira.com/kebudayaan-daerah.htm
·         http://zeculture.blogspot.com/2010/03/peran-pemerintah-dan-masyarakat-dalam.html
·         http://saranghaeyosomuch.blogspot.com/2008/09/peran-pemerintah-dan-masyarakat-dalam.html
·         http://Alutsista.blogspot.com
·         http://wimokocoy.blogspot.com/2011/02/sikap-dalam-menjaga-dan-melestarikan.html
·         http://indonesiatera.com/Melestarikan-Kekayaan-Budaya-Indonesia.html
·         http://prasetijo.wordpress.com/2009/07/24/keragaman-budaya-indonesia/
·         http://www.anneahira.com/kebudayaan-daerah.htm
·         http://tjlnhkk.blogspot.com/2011/11/makalah-bab-3-kontribusi-pemerintah-dan.html
·         http://zeculture.blogspot.com/2010/03/peran-pemerintah-dan-masyarakat-dalam.html





























5