Selasa, 29 Maret 2016

Tugas 1



Pengertian Etika, Profesi, Etika Profesi dan Kode Etik Profesi

            Etika berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu “Ethikos” yang berati timbul dari kebiasaan, adalah cabang utama dari filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk dan tanggung jawab.
Berikut ini merupakan dua sifat etika, yaitu :

            Non-empirisFilsafat digolongkan sebagai ilmu non empiris. Ilmu empiris adalah ilmu yang didasarkan pada fakta atau yang kongkret. Namun filsafat tidaklah demikian, filsafat berusaha melampaui yang kongkret dengan seolah-olah menanyakan apa di balik gejala-gejala kongkret. Demikian pula dengan etika. Etika tidak hanya berhenti pada apa yang kongkret yang secara faktual dilakukan, tetapi bertanya tentang apa yang seharusnya dilakukan atau tidak boleh dilakukan.

            Praktis Cabang-cabang filsafat berbicara mengenai sesuatu “yang ada”. Misalnya filsafat hukum mempelajari apa itu hukum. Akan tetapi etika tidak terbatas pada itu, melainkan bertanya tentang “apa yang harus dilakukan”. Dengan demikian etika sebagai cabang filsafat bersifat praktis karena langsung berhubungan dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan manusia. Tetapi ingat bahwa etika bukan praktis dalam arti menyajikan resep-resep siap pakai. Etika tidak bersifat teknis melainkan reflektif. Maksudnya etika hanya menganalisis tema-tema pokok seperti hati nurani, kebebasan, hak dan kewajiban, dan sebagainya, sambil melihat teori-teori etika masa lalu untuk menyelidiki kekuatan dan kelemahannya. Diharapakan kita mampu menyusun sendiri argumentasi yang tahan uji.

            Perbedaan antara Etika dengan Etiket yaitu, Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri. Contohnya : Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan mencuri. “Jangan mencuri” merupakan suatu norma etika. Di sini tidak dipersoalkan apakah pencuri tersebut mencuri dengan tangan kanan atau tangan kiri. Sedangkan Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku. Contohnya : Saya sedang makan bersama bersama teman sambil meletakkan kaki saya di atas meja makan, maka saya dianggap melanggat etiket. Tetapi kalau saya sedang makan sendirian (tidak ada orang lain), maka saya tidak melanggar etiket jika saya makan dengan cara demikian.

Pengertian Profesi
            Profesi adalah suatu pekerjaan yang melaksanakan tugasnya memerlukan atau menuntut keahlian (expertise), menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedikasi yang tinggi. Keahlian yang diperoleh dari lembaga pendidikan khusus diperuntukkan untuk itu dengan kurikulum yang dapat dipertanggung jawabkan. Seseorang yang menekuni suatu profesi tertentu disebut professional, sedangkan professional sendiri mempunyai makna yang mengacu kepada sebutan orang yang menyandang suatu profesi dan sebutan tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan unjuk kerja sesuai dengn profesinya.
Berikut ini merupakan ciri-ciri dari profesi, yaitu :
            Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis
Seorang professional harus memiliki pengetahuan teoretis  dan keterampilan mengenai bidang teknik yang ditekuni dan bisa diterapkan dalam pelaksanaanya atau prakteknya dalam kehidupan sehari-hari.
            Asosiasi Profesional
Merupakan suatu badan organisasi yang biasanya diorganisasikan oleh anggota profesi yang bertujuan untuk meningkatkan status para anggotanya.
            Pendidikan yang Ekstensi
Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi. Seorang professional dalam bidang teknik mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi baik itu dalam suatu pendidikan formal ataupun non formal.
            Ujian Kompetisi
Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
            Pelatihan institutional
Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan.
            Lisensi
Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
            Otonomi kerja
Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
            Kode etik
Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
            Mengatur diri
Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
            Layanan publik dan altruism
Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
            Status dan imbalan yang tinggi
Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.

Pengertian Etika Profesi
         Etika profesi menurut keiser dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 ) adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.
Kode etik profesi adalah system norma, nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan  jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional.

Tiga Fungsi dari Kode Etik Profesi
  1. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi  tentang prinsip profesionalitas yang digariskan
  2. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat  atas profesi yang bersangkutan
  3. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi  profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi


Sumber :
https://indahwardani.wordpress.com/2011/05/11/pengertian-etika-profesi-etika-profesi-dan-kode-etik-profesi/
https://wikipedia.com/

Senin, 11 Januari 2016

Tugas 2



            Perencanaan organisasional mempunyai dua maksud yaitu, perlindungan dan kesepakatan (protective and affirmative). Maksud dari perlindungan adalah meminimilisasi resiko dengan mengurangi ketidak pastian disekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan menejerial yang berhubungan. Sedangkan maksdu dari kesepakatan adalah untuk meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional. Disamping itu, tujuan perencanaan adalah membentuk usaha terkoordinasi dalam organisasi. Tanpa adanya perencanaan biasanya disertai dengan tidak adanya koordinasi dan timbulnya ketidak etisienan. Akan tetapi, tujuan mendasar dari perencanaan adalah membantu organisasi mencapai tujuannya.
            Pedoman umum ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya menurut Henry Fayol dapat dikemukakan dalam 16  pedoman yaitu pedoman kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, kesatuan perintah, kesatuan pengarahan, mengutamakan kepentingan organisasi di atas keperntingan sendiri, penggajian pegawai, pemusatan, hirarki, ketertiban, stabilitas kodisi karyawan, prakarsa, menghidari adanya pengaturan birokrasi dan kertas kerja, semangat kesatuan dan semnagat korps, dan yang terakhir adalah keadilan dan kejujuran yang harus di junjung tinggi.
            Pembagian tenaga kerja memiliki beberapa keuntungan dan kerugian. Keuntungan dalam pembagian tenaga kerja adalah pekerja dapat berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan tugas tertentu akan meningkat, tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain, pekerja dapat memusatkan diri pada satu pekerjaan dan membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien, dan pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan. Sedangkan kerugian dalam pembagian tenaga kerja adalah pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia dan kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun.
            Dalam perintah seorang manajer yang diterima dalam jangka panjang menurut Chester Barnad akan semakin banyak apabila terdapat hal-hal mengenai saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manager dan dikenal semua anggota organisasi, tiap anggota organisasi telah menerima saluram komunikasi formal melalui mana dia menerima perintah, lini komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung, rantai komando yang lengkap, manajer memiliki keterampilan  komunikasi yang memadai, manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional dan suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer.

Jumat, 23 Oktober 2015

Tulisan 1



SEPEDA MOTOR
Bagaikan nadi dalam badan manusia, tidak bermaksud melebih-lebihkan tetapi mngkin bisa diartikan seperti itu kendaraan di jaman sekarang. Karena hampir sebagian besar aktifitas sehari-hari manusia bergantung kepada benda yang satu ini bahkan ada yang bergantung dengan kendaraan sebagai mata pencaharian untuk mengumpulkan rejeki.
Sepeda motor, kendaraan satu ini merupakan kendaraan idola di Indonesia, terbukti tengok saja dijalan-jalan pasti banyak ditemukan sepeda motor berlalu-lalang dijalan setiap menitnya, bahkan detik. Bukan hanya dikota-kota besar, dipelosok daerah pun tidak sulit menemukannya. Dari artis, pejabat, maupun orang biasa pun menggunakan kendaraaan ini. Banyak merek sepeda motor dengan berbagai pilihan jenis menjadikan orang tergiur untuk memilikinya, dari harga jutaan sampai salangit hehe…
Banyaknya jumlah pengguna sepeda motor memiliki banyak segi positif dan negatifnya. Salah satu segi positifnya yang dapat kita rasakan secara langsung adalah mobilitas untuk pergi kemana saja menjadi lebih mudah dengan menggunakan sepeda motor.  Perekonomian menjadi lancar karena proses antar-mengantar barang menjadi mudah, dan masih banyak lagi kelebihan-kelebihan yang lainnya.
Setelah membaca segi positif dari banyaknya pengguna sepeda motor pasti ada segi negatifnya. Segudang permasalahan yang timbul karena banyaknya pengguna sepeda motor dijalannan. Bisa dibilang setiap hari  berita ditelevisi menyiarkan kecelakaan dijalanraya yang menyangkut kendaraan roda dua ini. Dari luka ringan sampai ada jatuh korban jiwa marak disiarkan. Kasus-kasus kriminal juga banyak terjadi dijalan, mulai penjambretan sampai penodongan pengendara sepeda motor. Kehilangan atau pencurian kendaran juga banyak terjadi, “Kejahataan terjadi bukan karena niat pelakunya tetapi juga karena adanya kesempatan” mengutip kata-kata dari salah satu siaran berita ditelevisi, memang benar adanya kita sebagai pengendara juga harus waspada setiap saat dan dimana saja supaya kejahatan tidak terjadi pada kita.
Sebagai akhir saya menyimpulkan peningkatan kendaraan harusnya dibarengi dengan meningkatnya infrastruktur yang menunjang seperti jalan, traffic light, petugas pengatur jalan. Tetapi diatas itu semua kita sebagai pengguna langsung harus memiliki kesiapan dalam berkendara dari sikap kita berada dijalan.